Serikat buruh Breaking Featured

Ratusan Pemulung Tutup Akses Jalan Menuju TPA Antang, Tuntut Kejelasan Nasib Mata Pencaharian

Share berita ini
Ratusan Pemulung Tutup Akses Jalan Menuju TPA Antang, Tuntut Kejelasan Nasib Mata Pencaharian
Ratusan Pemulung Tutup Akses Jalan Menuju TPA Antang, Tuntut Kejelasan Nasib Mata Pencaharian
"Kami meminta Bapak Wali Kota turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi kami dan memberikan solusi. Jangan sampai kebijakan ini membuat ratusan keluarga kehilangan mata pencaharian," ujar salah seorang peserta aksi.

Makassar, Pemburuberita sul-sel.My.id – Ratusan pemulung menggelar aksi unjuk rasa dengan menutup akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa (28/7/2026).

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan "Kembalikan Hak Pemulung" sambil menyuarakan tuntutan mereka terhadap kebijakan baru pengelolaan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.

Para pemulung mengaku kebijakan pemilahan sampah menjadi organik, nonorganik, dan residu telah berdampak langsung pada mata pencaharian mereka.

 Menurut mereka, mulai 1 Agustus 2026 hanya sampah residu yang akan diangkut ke TPA, sehingga barang-barang yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka tidak lagi tersedia di lokasi pembuangan.

Dalam orasinya, massa juga meminta Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk turun langsung menemui para pemulung dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

"Kami meminta Bapak Wali Kota turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi kami dan memberikan solusi. Jangan sampai kebijakan ini membuat ratusan keluarga kehilangan mata pencaharian," ujar salah seorang peserta aksi.

Para pemulung menegaskan bahwa selama bertahun-tahun mereka menggantungkan hidup dari aktivitas memulung di kawasan TPA Antang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

 Karena itu, mereka berharap kebijakan pengelolaan sampah tetap memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak.

Melalui aksi tersebut, para demonstran meminta Pemerintah Kota Makassar membuka ruang dialog serta merumuskan solusi yang mampu menjaga keberlangsungan program pengelolaan sampah sekaligus melindungi mata pencaharian para pemulung.

Hingga aksi berlangsung, aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan guna menjaga situasi tetap kondusif dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

PemkotMakassar #Makassar #TPAAntang #Pemulung #AksiUnjukRasa #PengelolaanSampah

Peliputan

Rindamayadi

Editor

M. Suardi