Budaya Breaking Featured

MANNANRO NAKKU Vol. 1 Resmi Dibuka di Bulukumba, MAPASKA Padukan Literasi Budaya, Pelatihan, dan Aksi Pelestarian Lingkungan

Share berita ini
MANNANRO NAKKU Vol. 1 Resmi Dibuka di Bulukumba, MAPASKA Padukan Literasi Budaya, Pelatihan, dan Aksi Pelestarian Lingkungan
MANNANRO NAKKU Vol. 1 Resmi Dibuka di Bulukumba, MAPASKA Padukan Literasi Budaya, Pelatihan, dan Aksi Pelestarian Lingkungan
"kegiatan diawali dengan Bincang Sastra bertajuk "Membaca Polemik Budaya dalam Realitas Masyarakat".

Bulukumba, Pemburuberita sul-sel.My.id – Mahasiswa Pecinta Sastra dan Kebudayaan (MAPASKA) resmi membuka kegiatan MANNANRO NAKKU Vol. 1 di Kabupaten Bulukumba. Rabu, (29/07/26) 

Kegiatan ini menjadi wadah penguatan literasi budaya, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kapasitas generasi muda melalui berbagai agenda edukatif, pelatihan, dan aksi sosial.

Pembukaan kegiatan diawali dengan Bincang Sastra bertajuk "Membaca Polemik Budaya dalam Realitas Masyarakat".

 Forum diskusi tersebut menjadi ruang refleksi dan pertukaran gagasan mengenai dinamika budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas dan kekuatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan SRT, yang dirancang untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kapasitas peserta agar mampu berkontribusi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya.

Tidak hanya berfokus pada aspek literasi, MANNANRO NAKKU Vol. 1 juga menghadirkan wisata budaya yang dipadukan dengan aksi bersih lingkungan di kawasan Adat Kajang, Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

 Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenal kehidupan masyarakat adat Kajang yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi, nilai-nilai budaya, dan prinsip hidup yang selaras dengan kelestarian alam.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem pesisir, peserta turut melaksanakan penanaman 1.000 bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Penanaman dilakukan di Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan, mencegah abrasi pantai, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.

Melalui penyelenggaraan MANNANRO NAKKU Vol. 1, MAPASKA berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merawat budaya, meningkatkan kesadaran literasi, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

MANNANRO NAKKU Vol. 1 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan alam dapat berjalan beriringan melalui aksi nyata yang melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan budaya, memperkuat identitas bangsa, serta mewujudkan lingkungan yang lestari untuk masa depan.

 

Editor

M. Suardi