Terkini Breaking Featured

Keluarga Besar Amiluddin DG Serang Gelar Mappaccing untuk Nur Aswan Amiluddin, Penuh Khidmat dan Doa Restu

Share berita ini
Keluarga Besar Amiluddin DG Serang Gelar Mappaccing untuk Nur Aswan Amiluddin, Penuh Khidmat dan Doa Restu
Keluarga Besar Amiluddin DG Serang Gelar Mappaccing untuk Nur Aswan Amiluddin, Penuh Khidmat dan Doa Restu
Prosesi ini menjadi simbol "penyucian diri sekaligus ungkapan doa dan harapan agar calon mempelai diberikan keselamatan, keberkahan, serta kehidupan rumah tangga yang harmonis".

GOWA — Keluarga besar Amiluddin DG Serang dan Ibu Idha Royani DG Puji menggelar prosesi adat Mappaccing (Mappacci/Paccing) bagi putra tercinta mereka, Nur Aswan Amiluddin, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

Prosesi adat tersebut berlangsung khidmat di kediaman keluarga di Jalan Karaeng Loe Se'ro, Kabupaten Gowa, mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai. Acara dihadiri keluarga besar, kerabat, sahabat, serta para tamu undangan yang datang memberikan doa dan restu menjelang hari bahagia Nur Aswan Amiluddin.

Mappaccing merupakan salah satu tradisi adat Bugis-Makassar yang sarat dengan makna filosofis. Prosesi ini menjadi simbol penyucian diri sekaligus ungkapan doa dan harapan agar calon mempelai diberikan keselamatan, keberkahan, serta kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Bagi keluarga besar Amiluddin DG Serang dan Ibu Idha Royani DG Puji, pelaksanaan Mappaccing menjadi momentum istimewa sekaligus bentuk rasa syukur atas tahapan penting yang akan dilalui putra mereka menuju kehidupan berumah tangga.

Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga, kerabat, sahabat, dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir serta memberikan doa dan restu terbaik bagi Nur Aswan Amiluddin.

“Semoga prosesi Mappaccing ini menjadi awal yang baik bagi Nur Aswan Amiluddin dalam memasuki kehidupan berumah tangga, senantiasa diberikan keberkahan, kebahagiaan, keselamatan, serta lindungan Allah SWT,” demikian harapan keluarga.

Prosesi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian menuju pernikahan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi keluarga besar sekaligus menjaga kelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya Bugis-Makassar di tengah kehidupan masyarakat modern.

 

Editor

M. Suardi