Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Solar di Takalar dan Gowa Diminta Diusut Aparat Penegak Hukum
Takalar, 17 Juli 2026 – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang diterima pelapor, seorang pria berinisial (Mr. L.J.) diduga melakukan aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi yang berlangsung sejak tahun 2024 hingga 2026.

Menurut informasi yang disampaikan pelapor, Mr. L.J. diduga beroperasi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa.
Pelapor menduga yang bersangkutan menggunakan kendaraan pribadi Toyota Kijang Innova bermesin diesel untuk melakukan pengisian BBM bersubsidi secara berulang di sejumlah SPBU.

Solar yang diperoleh kemudian diduga dipindahkan ke dalam jeriken di sebuah lokasi yang diduga dijadikan tempat penyimpanan atau penimbunan di wilayah Tala-Tala, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.
Atas dugaan tersebut, pelapor meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Pelapor juga meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV SPBU yang diduga menjadi lokasi pengisian, data transaksi pembelian BBM bersubsidi, kendaraan yang diduga digunakan, serta lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan BBM.

Pelapor menegaskan bahwa informasi yang disampaikan masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi serta pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum, diharapkan aparat dapat menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, maka pihak yang bersangkutan berhak memperoleh pemulihan nama baik sesuai ketentuan hukum.
Dengan demikian, penanganan perkara ini diharapkan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah guna menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Editor
M Suardi
Kaperwil pemburuberita SUL-SEL