Warga Griya Hartacu Pattallassang Kembali Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Dugaan Kelalaian Pengembang PT Tiga Maha Rewa
Gowa – Warga Perumahan Griya Hartacu, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, kembali menyuarakan keluhan mereka dan mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perumahan dan Permukiman, serta pemerintah daerah terkait agar segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang diduga melibatkan pihak pengembang, PT Tiga Maha Rewa.
Desakan tersebut muncul setelah kembali terjadi kasus pencurian di lingkungan perumahan. Menurut keterangan warga, peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak pengembang, namun hingga kini belum ada tanggapan maupun langkah nyata yang dinilai dapat memberikan rasa aman bagi penghuni. Akibatnya, warga harus mengambil inisiatif sendiri untuk menjaga keamanan lingkungan.
Warga mengungkapkan bahwa setelah bertahun-tahun menghuni kawasan tersebut, mereka baru mengetahui bahwa akses jalan utama menuju Perumahan Griya Hartacu diduga merupakan jalan milik desa, bukan aset yang disediakan oleh pengembang.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena apabila akses tersebut tidak lagi dapat digunakan, warga tidak memiliki jalur alternatif untuk keluar masuk perumahan.
Selain persoalan akses jalan, warga juga menilai sejumlah fasilitas umum yang sebelumnya dijanjikan oleh pengembang hingga kini belum terealisasi secara maksimal. Di antaranya pembangunan masjid yang masih terbengkalai, lapangan atau taman yang belum tersedia, serta tidak adanya pos keamanan di lingkungan perumahan.
Maraknya aksi pencurian membuat warga akhirnya berinisiatif menggelar rapat bersama dan mengumpulkan dana secara swadaya untuk membangun pos keamanan sederhana. Warga juga secara bergiliran melakukan ronda malam demi menjaga keamanan lingkungan.
Tidak hanya itu, warga juga melakukan perbaikan terhadap bangunan masjid menggunakan dana hasil patungan. Meski demikian, kondisi bangunan masih jauh dari kata layak. Saat hujan deras yang disertai angin kencang, air masih masuk ke dalam masjid karena sebagian bangunan belum tertutup secara sempurna.
Warga berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan terhadap pemenuhan kewajiban pengembang, termasuk penyediaan infrastruktur dasar dan fasilitas umum sebagaimana yang dijanjikan kepada masyarakat.
"Hingga saat ini kami merasa harus berjuang sendiri. Keamanan kami jaga sendiri, pos kami bangun sendiri, bahkan masjid kami perbaiki dengan dana patungan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar persoalan ini mendapat penyelesaian yang jelas," ungkap salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Tiga Maha Rewa belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga.
Editor
Kaperwil pemburuberita SUL-SEL