Antrean Solar di Tamangapa Raya Mengular 2 Kilometer, Pemerintah Setempat Dinilai Tutup Mata?
Makassar, PemburuBerita Sulsel. My. Id – Antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM jenis solar di kawasan SPBU Jalan Tamangapa Raya, Antang, Kota Makassar, kembali menuai sorotan. Jumat (31/07/26)
Bukan sekadar persoalan antrean BBM, kondisi tersebut disebut telah berubah menjadi persoalan keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga kurang lebih dua kilometer dan terjadi di kedua sisi jalan. Kondisi ini disebut berlangsung hampir setiap hari, terutama pada jam sibuk saat masyarakat pulang kerja.

Ironisnya, kepadatan tersebut terjadi di kawasan yang juga menjadi salah satu akses keluar-masuk truk pengangkut sampah Tangkasaki. Pertemuan antara antrean kendaraan solar, arus kendaraan masyarakat, serta aktivitas truk pengangkut sampah membuat kepadatan lalu lintas semakin sulit dikendalikan.
"Kemacetan Berulang, Kecelakaan Mengintai".
Kondisi antrean yang menggunakan ruang jalan disebut tidak hanya menyebabkan kemacetan panjang, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pengendara yang hendak melewati kawasan tersebut harus bermanuver di tengah antrean kendaraan. Dalam kondisi arus lalu lintas padat, situasi seperti ini tentu menjadi persoalan serius karena dapat mempersempit ruang gerak kendaraan dari dua arah.

Sejumlah pengguna jalan mengaku khawatir kondisi tersebut sewaktu-waktu dapat menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal.
“Ini bukan baru sekali terjadi. Hampir setiap hari antreannya panjang. Kalau sore bertepatan dengan jam pulang kantor, kemacetan semakin parah,” ujar seorang pengguna jalan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut informasi yang dihimpun, persoalan tersebut bahkan telah beberapa kali disampaikan atau dilaporkan kepada pihak pemerintah setempat.
Namun, masyarakat mempertanyakan sejauh mana laporan tersebut ditindaklanjuti.
Sudah Dilaporkan, Mengapa Belum Ada Solusi?
Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat adalah: siapa yang bertanggung jawab mengurai persoalan ini?
Jika antrean solar memang berlangsung setiap hari dan telah berulang kali menimbulkan kemacetan, mengapa hingga saat ini belum terlihat solusi permanen?
Apakah sudah ada pengaturan khusus terhadap antrean kendaraan solar?
Apakah pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian terkait pengaturan lalu lintas?
Dan yang tidak kalah penting, bagaimana memastikan akses keluar-masuk kendaraan pengangkut sampah Tangkasaki tetap aman tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan lainnya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab oleh pihak terkait agar persoalan ini tidak berhenti pada laporan warga semata.
"Jangan Tunggu Ada Korban"
Masyarakat meminta pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan berat atau korban jiwa baru kemudian mengambil tindakan.
Pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, kepolisian, serta pengelola SPBU dinilai perlu duduk bersama untuk mencari solusi konkret. Mulai dari pengaturan antrean, rekayasa lalu lintas pada jam sibuk, hingga evaluasi terhadap pola distribusi dan pelayanan BBM solar jika memang menjadi penyebab utama antrean panjang.
Apalagi Jalan Tamangapa Raya merupakan jalur yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses kendaraan pengangkut sampah.
Kemacetan yang berlangsung berulang setiap hari semestinya tidak lagi dianggap sebagai persoalan biasa.
Publik berhak mendapatkan jalan yang aman dan lancar. Pemerintah juga memiliki kewajiban memastikan aktivitas pelayanan publik, termasuk pengangkutan sampah, tidak justru menambah risiko bagi pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, diperlukan klarifikasi dari pihak SPBU, pemerintah setempat, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian mengenai langkah konkret yang telah maupun akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Pemburu Berita Sulsel akan terus memantau persoalan antrean solar dan kemacetan di Jalan Tamangapa Raya ini.
Editor
M. Suardi