Terkini Breaking Featured

Aksi Solidaritas Gowa Bersatu Belum Temukan Titik Terang, Kapolresta Tak Berada di Tempat

Share berita ini
Aksi Solidaritas Gowa Bersatu Belum Temukan Titik Terang, Kapolresta Tak Berada di Tempat
Aksi Solidaritas Gowa Bersatu Belum Temukan Titik Terang, Kapolresta Tak Berada di Tempat
"Aksi tersebut membawa isu yang cukup serius, mulai dari dugaan aktivitas tambang ilegal, dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, dugaan peredaran rokok ilegal, hingga tuntutan jaminan keamanan dan kebebasan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

GOWA, Pemburu Berita Sulsel — Aksi Solidaritas Gowa Bersatu yang digelar di depan Mapolresta belum menghasilkan jawaban konkret atas sejumlah tuntutan yang disampaikan massa. Senin (03/08/2026) 

Aksi tersebut membawa isu yang cukup serius, mulai dari dugaan aktivitas tambang ilegal, dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, dugaan peredaran rokok ilegal, hingga tuntutan jaminan keamanan dan kebebasan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Massa hadir menggunakan mobil komando yang dilengkapi pengeras suara.

 

 Sejumlah spanduk turut dibentangkan, di antaranya bertuliskan “Solidaritas Gowa Bersatu untuk Suara Rakyat” dan “Kebebasan Pers Tidak Boleh Dibungkam.”

Namun, harapan massa untuk dapat berdialog langsung dengan Kapolresta Gowa belum terealisasi. 

 

Berdasarkan informasi yang disampaikan saat aksi, Kapolresta Gowa bersama pejabat Kasat yang hendak ditemui massa sedang tidak berada di tempat.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap memberikan respons. Salah seorang perwakilan aparat menemui jenderal lapangan Solidaritas Gowa Bersatu dan menerima penyampaian aspirasi massa.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan kepolisian menyampaikan bahwa seluruh tuntutan dan aspirasi yang dibawa massa akan diteruskan kepada Kapolresta Gowa untuk mendapatkan perhatian serta tindak lanjut.

 

Lima Tuntutan Disampaikan ke Mapolresta Gowa

 

Solidaritas Gowa Bersatu membawa sedikitnya lima poin tuntutan dalam aksi tersebut.

 

1. Massa meminta kepolisian menindak dan menutup aktivitas tambang yang diduga ilegal di wilayah Kabupaten Gowa.

 

2. massa mendesak adanya tindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, baik jenis solar maupun Pertalite.

 

3. massa meminta evaluasi terhadap jajaran yang dinilai memiliki kewenangan dalam menangani persoalan-persoalan tersebut.

 

4. massa mendesak adanya proses hukum terhadap dugaan peredaran rokok ilegal.

 

5. massa menuntut adanya jaminan keamanan dan kebebasan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

 

Isu kebebasan pers menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut.

 Massa menegaskan bahwa wartawan harus mendapatkan perlindungan dan ruang yang aman dalam menjalankan fungsi jurnalistik sebagai bagian dari kontrol sosial.

 

Belum Ada Jawaban Langsung dari Kapolresta Gowa

 

Hingga aksi berlangsung, belum terjadi dialog langsung antara massa Solidaritas Gowa Bersatu dengan Kapolresta Gowa.

Aspirasi akhirnya diterima melalui perwakilan kepolisian dengan komitmen untuk meneruskannya kepada pimpinan.

 

Situasi ini membuat sejumlah tuntutan yang disampaikan massa belum memperoleh jawaban substantif secara langsung dari Kapolresta Gowa.

 

Massa berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada tahap penerimaan tuntutan semata. Mereka meminta adanya tindak lanjut yang konkret, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

“Kami datang untuk menyampaikan suara masyarakat. Kami berharap seluruh tuntutan ini benar-benar disampaikan kepada Kapolresta Gowa dan ada tindak lanjut yang jelas,” menjadi inti sikap yang disampaikan dalam aksi tersebut.

 

Solidaritas Gowa Bersatu menegaskan akan terus mengawal perkembangan tuntutan yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

 

Bagi massa, persoalan yang mereka angkat bukan sekadar kepentingan kelompok, melainkan menyangkut penegakan hukum, kepentingan masyarakat, serta jaminan kebebasan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

 

Peliputan

 Pemburu Berita Sulsel

Editor

M. Suardi